Dimataku, Kau Bukan Hombreng Tapi Unik

Dimataku, Kau Bukan Hombreng Tapi Unik

(Chapter 1)
Ni pengalaman yang dialami rifani waktu masih badung banget. Sebelum baca cerita-cerita konyolnya dia, lu harus tau dulu siapa rifani. Cowok purwodadi, kelahiran udah lama banget, gue ga ingat. Orangnya sedikit aneh, ga punya teman seangkatan yang akrab sama dia, akrabnya sama adek kelas, coz, dia ngulang beribu-ribu mata kuliah, bahkan lebih banyak dari pada yang seharusnya di ambil selama menempuh S1.kok bisa? Hehe..kliatannya si gitu. Abis, dari pagi mpe sore dia selalu nongkrong di kampus. Apa yang dilakukannya gerangan? Mosok dari hari senin sampe jumat di kampus terus dari pagi mpe sore?yup…simaklah kisahnya, dan ikuti petualangan serunya dan temukan jawabannya.
Itulah uniknya rifani.dia selalu ada di kampus. Hampir semua mata kuliah di ulang.lebih menghayati kalo ditanya alasan kenapa dia harus ngulang. Dia sekarang uda semester 11(sebelas). Lagi penelitian skripsi tentang resiko penyakit menular seksual pada pasangan homoseksual di semarang. Kalo skripsinya ini emang josss, yang bisa bikin namanya melambung di kalangan dosen,coz tema yang diangkat cukup menarik. Tapi, kalo uda nyangkut kuliahnya, gue aja kasihan kalo mau nanya ke dia. Abisnya takut menyinggung.
Dari tema skripsi yang diangkatnya itulah, di satu sisi melambungkan namanya, tapi di sisi yang lain, juga menghancurkan reputasinya sebagai pria idaman wanita. Karena seringnya dia berhubungan dengan para komunitas homoseks, (tentu saja untuk kepentingan penelitian skripinya itu), ia juga jadi ketularan berperilaku agak aneh. Teman-temannya melihat, ia jadi kayak hombreng. Bicaranya agak kemayu, apalagi dikuatkan dengan bukti dia ga punya pacar. Dari segi fisik, rifani sih, lumayan mendorong. Hehe..mendorong wanita untuk melirik lah, paling enggak. Hemm…mau tau daya tarik fisiknya itu apa? Dadanya datar. Ya iyalah masa bergelombang. Emangnya rambut elu? trus perutnya kotak-kotak. Kok bisa?hehe…kalo itu pas dia lagi nyembunyikan buku perpus buat bahan skripsinya,biar ga ketahuan, buku itu dimasukkan di dalam kaosnya. soalnya buku itu penting banget dan ga boleh dipinjam sama petugas perpus. Akhirnya rifani terpaksa pake jalur khusus kayak gitu. Trus daya tarik yang sebenernya apa dong?sabar..sabar..jangan terlalau penasaran gitu dunk. Masi banyak kesempatan untuk bisa tau lebih detail tantang rifani.
Ehm..ehm..dengan berat hari kukutakan bahwa menurutku..ehm ehm..lagi batuk2 neh. Rifani tu baik, perhatian sama temen-temennya, trus dia juga sering tersenyum dengan semua orang. Di mata adek kelasnya, termasuk aku, dia itu kakak kelas yang ramah dan low profil. Dia juga semangat dan punya banyak sekali cerita yang selalu dia ceritakan saat bergabung dengan komunitas warumpi (wanita uka ngrumpi). Keahliannya dalam bercerita itu, yang patut diacungi jempol. Dia bisa mnggambarkan jalan cerita dengan sangat jelas. Bahkan kadangkala, para audiensnya, melongo berjam-jam tanpa sadar. Sampai lalat masuk dan tertelan pun tak disadari(kalo ini kutambahi sedikit bumbu lebay, biar jadi rica-rica rumpi rasa lebay ayam)
Dia juga kadang sebagai tempat berlabuhnya hati wanita yang sedang dilanda kemelut asmara. Setelah sekian lama ke sana-kemari tak tau harus bagaimana untuk menumpahkan segala kemelut di dada, para perempuan yang sedang putus cinta atau lagi ditolak cowok, pasti akan mencari rifani. Karena di sanalah terdapat ruang yang cukup luas untuk meletakkan kemelut itu, dan rifani akan menerima dengan tangan terbuka, dan mendengarkan keluh kesahnya. Bagi para wanita tadi, rifani adalah dermaga tempat berlabuhnya hati yg sedang ditimpa bencana cinta, rifani juga bagai oase di padang pasir, yang menyejukkan hati para wanita yang terbakar panasnya api cinta.
Dahulu kala, dia termasuk anak yang badung. Suka bikin ulah di keluarganya, suka ngrepotin tetangganya, suka bikin ayahnya marah-marah, sampe terpaksa harus menganiayanya (kalo dalam hal ini, emang udah jadi tradisi di keluarga rifani, yang menerapkan pendidikan militer). Suatu hari pas ayahnya lagi marah, karena badungnya dia kumat, tiba-tiba tanpa sepengetahuan rifani, ayahnya mengambil sapu dan memukulkan gagang sapu ke punggung rifani. Tapi aneh bin ajaib, gagang sapu jadi patah dan rifani tidak merasa kesakitan. Sementara ayahnya semakin bertambah jengkel, dia malah terheran-heran sambil berfikir “gue dapat kekuatan gaib dari mana ya?” tanyanya sambil terbengong-bengong.
Setelah peristiwa itu dia makin yakin kalo dia punya kekauatan gaib.”gagang sapu aja bisa gue bikin patah, tanpa merasa sakit” pikirnya.lain kali gue nuoba kekuatan gue yang lain ah….
Sambil menunggu-nunggu ada moment lain buat unjuk gigi, dia masih mikir dan ga bisa nemu jawaban, dari mana dia dapat kekuatan gaib yang kayak gitu.

Di suatu pagi, rifani lagi bermalas-malasan di teras rumahnya. Kakak perempuannya yang paling cantik, yang juga jadi guru honorer di sebuah SMA swasta d semarang, minta diantar ke tempat kerjanya itu. Rifani cuek aja. Menurut penerawangnku sih, dia lagi kambuh penyakit egoisnya. Kakaknya sudah berkali-kali memintanya , tapi dia cuek aja. Malah dia bilang gini “berangkat sendiri napa seh?motor tinggal distater aja kok repot. Emang dasar tu anak kadang perasaanya hilang. …kalo Cuma menstater ya emang bisa. Tapi nyetirnya itu yang kakanya ga bisa, terang aja wong motornya GL pro..motor cowok sebesar itu, sedangkan kakak perempuannya kecil mungil pake rok mini pula. Bisa dibayangkan sendiri deh, gimana caranya kakak rifani naekin tu motor. Tapi ga usah bayangin seksinya kakak rifani pake rok mini.
Teriakan kakaknya ternyata tak membuatnya beranjak dari posisi PEWE nya itu. Tentu saja kakaknya makin gusar, dan sebagai perempuan cantik dan seksi, ia pantang mengunakan kekuatan otot untuk menjukkan kemarahanya. Ia hanya menggunakan kata-kata sarkas, sambil menggedekan volume suaranya.
Tapi itu tak juga membuat rifani tergoyahkan untuk mempertahankan singgasana pewenya. Ia tetap cool and confidence, sambil tetap menyanyikan lagu “dasar kamu bajinggannya” wali. Lengkingan suara kakaknya makin keras, sehingga membangunkan ayahya untuk turut serta dalam adegan itu. Tanpa ba bi bu ba..cilup ba…sebuah sepatu, yang bentuknya mirip dengan tempat sampah tiba-tiba melayang dan pas mengenai jidat rifani.
Jedagggg…kreg…!!!
“Aughhh..”teriak rifani kesakitan.
“brak brak ceplak” beberapa kali tamparan mendarat di pipinya, membuat wajahnya yang tirus, jadi merah kesakitan.
Tanpa sempat berkata-kata, sambil menahan butir-butir air mata yang segera tumpah, ia mencari rangsel dan mengemasi pakaiannya.
######

Dengan langkah terburu, ia meningggalkan rumah. Luka hatinya yang menganga ia bawa bawa serta dengan langkahnya yang tak tau arah harus kemana. Kepergiannya kali ini benar-benar menyayat hatinya, ia mersa tak seorang pun di rumahnya yang masih menginginknnya. Nyatanya, tak ada yang mencegah kepergiannya……
(Nantikan kisah-kisah berkesan, dalam chapter 2)

Categories: cerita kehidupan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: