ANTARA STRESS, DIARE, LEMARI ES, DAN KLIEN

ngelamunAku makin yakin kalo penyakit yang kita derita itu related banget sama kondisi psikologis. Biasanya stress atau bete yang pake banget membuat tubuh kita menjadi menurun imunitasnya. Ini yang barusan aku alami beberapa waktu yang lalu. Biasalah, pas tangal tua, ples ada berbagai spending yang tak terduga. Anggaran habis sebelum waktunya, musti puter-puter otak gimana cara nutupnya.

Awalnya gak tau kenapa, temen2 pada rajin banget ngantri kamar mandi. Kalo ditanya cuman senyam senyum aja, sambil pegangin perut. Eh, ternyata diare. Heran juga ,kok diarenya bareng-bareng…(beberapa orang akhirnya ngaku juga kalo diare , awalnya gak bilang2, Cuma rajin banget ngantri. Karena kamar aku deket kamar mandi, makanya penasaran dan bkin investigasi kecil-kecilan) dan karena kondisi imunitas aku juga lagi gak oke, ketularan juga. Menurut dugaan sementara aku, penyebab diare massal adalah lemari es yang jarang dibersihkan. Semua orang pada nyimpen makanan di sana. Makanan terkahir yang aku makan adalah pepaya yang sempat diamasukin kulkas beberapa jam. Dugaan kuat saat ini, itu kulkas sudah terkontaminasi sama eschericia coli, bakteri penyebab diare.

Berbagai merek obat diare udah pada dikumpulin. Aku yang biasa selalu sedia obat, sampai kehabisan obat diare di kotak P3k. Dari yang dosis rendah, yang ditelan setiap 1 jam sekali, udah gak manjur. Ganti dosis agak tinggi. Meskipun frekuensi BAB udah berkurang, tapi tetap aja lemes, dehidrasi berat.

Emang gak semua penghuni diare gara-gara ulah eschericia coli. Ada juga yang pertahanan tubuhnya bagus, so nih bakteri gag menimbulkan penyakit di dalam pencernaan. Mereka yang masih sehat-sehat ini pekerjaanya nanya setiap orang yang habis keluar dari kamar mandi “gimana?masih encer?” yang ditanya sampai bosan ngejawabnya. Ya iyalah yang namanya diare kan emang BAB nya encer.

Beberapa orang hanya bisa terkapar di dalam kamar, bahkan aku sambil beberapa kali muntah. Yang paling bikin ngerasa kayak sekarat sebenarnya mualnya. Aku gag bisa bayangin, betapa menderitanya orang hamil yang mual terus tiap hari. Andai hamil bisa dititipkan ke suami, mending suami aku aja yang hamil nantinya :D  .

sadar sudah seharian belum ada perubahan yang berarti dari gejala yang aku alami, aku mulai gelisah. Mau ke dokter gag kuat nyetir motor sendiri, aku liat kanan kiri gag ada orang, ada orangpun mereka para penderita diare, yang sama2 terkapar. Bener-bener bosan ngerasain sakit dan diam di kamar karena lemes. Seandainya gara-gara diare itu aku mati dehidrasi, gak ada seorangpun yang tau. Beberapa orang yang masih tampak bugar, ada yang menjenguk kamarku dan bilang “masih diare ya?lemes ya? Jangan makan yang pedes-pedes dulu ya” setelah itu pergi dan gak pernah liat mukanya lagi. Padahal please…aku gag mau ngrepotin kamu kok..Cuma empatik dikit dong..ambilin air minum kek..ato liatin muka gue yang memelas dan lemas ini…emang kalian enggak kasihan ngeliat aku terkapar gag berdaya begini?ato jangan-jangan muka aku masih keliatan sangat manis dan fotogenik walapun hampir sekarat gara2 diare?so, gag kliatan kalo lagi penyakitan gituh..

oke, aku masih bersabar menanti kesembuhan, sambil terus rajin minum obat diare. Dan gak lupa makan bubur yang setelah sampe di lambung juga bakal dimuntahin lagi.

Di hari kedua, aku dah mulai gag sabar nungguin nih diare. Aku pura-pura gag ngrasain dan beraktfitas normal aja. Tapi malah tambah pusing dan lemes.mau jatuh aja rasanya. Serba salah juga kan?kalo diem terus di kamar bikin tekanan batin. Kalo buat beraktifitas normal fisiknya yang protes. Oke?trus mau lu apa coba????

Kebetulan aja, ada seorang klien dari bimbel privat aku yang mau minta ditemui. Mau ngobrolin tentang pendidikan privat buat anaknya. Yes.! Yes!ada aliran duit baru. stelah tawar menawar janji ketemuan, ternyata dia hanya bisa ditemui malem hari jam 8 an, padahal rumahnya jauh dari tempat aku dan juga jalannya sepi. Masih ditambah aku masih dalam kondisi diare dan lemes. Setelah kupikir-pikir dan kutimbang-timbang untung ruginya, akhirnya kuputuskan buat menemui klien aku di malam hari buta nan hujan deras  dan  dingin menusuk sumsum tulang. Menurut pertimbangan aku, resiko terburuk yg mungkin aku alami adalah diculik. Ada cewek cakep sendirian, hujan-hujan, di malem gelap gulita. Aku mulai mikir-mikir lagi, nyari solusi, karena otakku juga udah lemes kehabisan cairan, gag nemu solusi, akhirnya aku pasrah. Kalo emang diculik, ya culik aja. Ikut aja deh.

Pertemuan berjalan dengan sangat mulus, dan transaksi terjadi. Alhamdulillah, dalam beberapa bulan ke depan, ada satu lagi sumber uang yang bisa masuk rekening. Di malam yang hampir larut, ternyata hujan makin menjadi-jadi disertai dengan petir yang menyambar-nyambar. Kendaraan yang melintas bisa dihitung dengan jari. Tapi justru aku makin merasa segar bugar,seolah lupa sama diare. Guyuran hujan justru membuat tubuh menjadi makin seger..sueerrr…nyatanya malahan sembuh. Apakah ini bisa disimpulkan :kalo anda lagi diare, temui klien dan hujan-hujan, maka anda akan sembuh ???????…

Categories: cerita kehidupan | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: