TIWI TAK BERDOSA

pertamakali aku melihat kos ini, jasmine kos-red, aku langsung jatuh cinta. udah kosnya warnanya ijo, depan kos hutan konservasinya Unnes, trus juga fasilitas lengkap (dapur, taman bunga kecil di dkt dapur, peralatan masak,dll).sehari, dua hari, oke oke aja. pada suattu malem, pas aku tiba-tiba terbangun karena ngga bisa mengendalikan HIV (hasrat ingin vivis), aku terkaget setengah hidup karena seekor hewan besar melintas di depan pintu kamarku.perkenalkan sodara-sodara, dialah tiwi (tikus wireng).

tiwi, sesaat setelah tertangkap

panjangnya sekitar 15-20 cm (maaph ya bro, aku kira-kira ajah.soalnya pas tiwi melintas aku kaget banget, jadi ngga sempet ngukur panjangnya).dengan diameter perut sekitar 7 cm.persis kayak kelinci yang abis kecebur lumpur lapindo.

hari demi hari gangguan tiwi and the gangs semakin menjadi jadi.bukan hanya makanan aja yang dia lahap, tetapi tas dan sepatu yang sengaja ditaroh di gudang barang, juga mulai dimakan.semua orang jengkel ada juga yang takut. kelompok yang jengkel karena telah merasa menjadi korban, beberapa barang berharganya dimakan tiwi.sedangkan kelompok yang takut, belum pernah menjadi korban tiwi, tetapi memiliki analisa bahwa  kejahatan tiwi bisa semakin bervariasi kedepannya.karena saat ini saja tiwi sudah menggasak barang-barag berharga berupa tas dan sepatu, maka kelompok ini khawatir suatu hari tiwi juga melakukan kejahatan lain berupa pemerkosaan.

spekulasi beragam mulai muncul dari para penghuni kos yang jumlahnya mencapai 25 orang.beberapa orang yang sudah mengalami klimaks rasa jengkelnya, mengusulkan untuk berperang melawan tiwi.”tiwi harus dimusnahkan apapaun caranya ” teriak dina.

“tiwi harus dicincang, tas sophie martinku hancur lebur karena dia” sambung ovi sambil mengacungkan pisau dapur bekas mengiris tempe.

hari itu kita sepakat mencari cara untuk menagkap tiwi dan memusnahkan klan nya.aku pun terpilih menjadi komandan dalam penyerangan itu. kuputuskan untuk menggunakan beberapa senjata berbahaya, yaitu tempe goreng dan jebakan balok besi, yang aku beli di toko bangunan.

langkah pertama yang kulakukan adalah mengaktifkan jebakan dengan tempe goreng gurih sebagai umpan.sejam, dua  jam, tiwi masih belom doyan dengan umpan tempe goreng. 5 jam berlalu, dan tak satupun tiwi yang sudi melewati jebakan itu.akupun sebagai komandan, memutuskan untuk mengubah startegi perang dengan cara memindahkan jebakan itu ke tempat yg lebih rame dilalui tiwi and the gangs.

selang beberapa menit kemudian, seekor tiwi mungil nan imut yang kelaparan terjebak ke dalam balok besi tersebut, dan meronta-ronta minta tolong.wajahnya memelas dan tampak letih.pihak yang merasa menjadi korban tiwi berteriak kegirangan sambil menari-nari, sebagai bentuk rasa syukur bahwa ada sebuah harapan untuk bisa menjalani hidup dengan lebih aman dan sejahtera karena pengganggu utama kehidupan mereka, yaitu tiwi, telah sukses tertangkap.namun mereka juga masih menyimpan rasa takut karena mereka yakin masih ada ratusan tiwi bersembunyi di sekitar kos, dan bisa datang kapanpun untuk menyerang kos dan isinya.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: