Perjalanan ke way kambas yang penuh keberuntungan

setiap orang pastinya mendambakan yang satu ini. keberuntungan begitu berasa kalo lagi dalam kondisi kepepet.

btw busway…sorry banget yah. udah lama ga nulis. cari duit mulu soalnya. lagi asyik jadi enterpreuner. main main sama duit tiap hari…kumpulin dikit dikit, eh alhamdulillah cukup deh buat beli mobil murah. hehehe..itu juga karena beruntung.

ini nih kejadian udah sekitar 7 bulan atau 8 bulan yang lalu kali ya. aku juga udah agak lupa….tapi aku tetap pingin share buat temen-temen, yah siapa tau infonya bisa bermanfaat.

kerja aja tiap hari lama-lama bosen juga. memang manusia itu ga bisa disamakan kayak robot. dia butuh pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis secara seimbang. berapapun uang yang kita dapet, tapi kalo psikis kita capek, ga ada waktu buat relaksasi, menyalurkan hobi, sekedar becanda-becanda ga penting sama tetangga sebelah, itulah kebutuhan psikis itu. sepele tapi penting.

aku tinggal di cilegon, atau lebih dikenal sebagai kota baja. dengan ikon krakatau steel group sebagai industri penopang kota ini. tapi di sini sekarang sudah jauh lebih berkembang sebagai kota industri yang gede, dan sebagai imbasnya kemacetan dan polusi juga tidak terelakkan lagi, terutama di jalan-jalan raya dan daerah yang relatif deket sama kawasan industri. alhamdulillah, rumah kita jauh dari kawasan industri, jadi masih seger dengan pemandangan pegunungan yang menawan. ini juga karena keberuntungan lagi lagi.

back to apa yg mau aku ceritakan, jadi pada suatu hari sabtu, aku sama husband kumat isengnya. lagi browsing2 gitu, trus kepikiran.

“eh, lampung deket juga ya sama cilegon” celetukku tanpa sebab

“iya lah tinggal nyebrang doang dari pelabuhan merak, trus nyampe deh di pelabuhan bakauheni, nah itu udah bandarlampung” kata husband ku singkat

“besok coba yuk ke sana.nyoba nyebrang trus nyampe bakauheni balik lagi deh,…cuma mau lihat pelabuhan bakauheni aja kok..sama kuliner bentar, abis itu balik lagi ke pelabuhan merak.toh nih aku googling waktu nyebrang cuma 1,5 jam lho”

” okeh…mari kita coba”

ting tung…pagi pagi dengan tanpa bekal apapun, cuma bawa tas kecil berisi dompet, handphone, dan dua buah powerbank, kami nekat ke pelabuhan merak naik angkutan umum. lebih aman dan santai, gitu kata husbandku kalo pake angkutan umum.

45 menit kemudian kami telah sampai di pelabuhan merak tepat pukul 8.45

IMG_20140201_091605

di pelabuhan merak-cilegon banten

kitapun segera berburu tiket nyebrang dengan cari-cari jadwal penyebarangan. eh, ternyata kagak ada yang namanya jadwal. itu kapal banyak dan gede2 begitu asal aja berangkatnya. kalo udah penuh ya langsung jalan. gile….taudeh gimana cara manajemennya.

alhamdulillah kita langsung dapat tiket tanpa harus ngantri dan langsung boleh masuk ke dalam kapal…kita pun cari posisi yang paling nyaman yaitu di ruang yang ada layar lebarnya. entah aula atau apa mereka nyebutnya.

10 menit berlalu….kapal belum beranjak dari tempatnya..20 menit berlalu…masih aja ada penumpang yang diperbolehkan masuk,…waduh,,,alamat lama nih nunggunya,

padahal perut udah mulai keroncongan. akhirnya cari resto…kebetulan harganya juga ga terlalu mahal. standar aja. bakso cuma 12.000/porsi

sejam berlalu…aku masih nongkrong di resto yang dipenuhi para sopir truk2 ekspedisi…2 jam berlalu..baru terdengar sirine kalo kapal siap berangkat….akhirnya berangkat juga, waktu sudah menunjukkan hampir jam 11 siang…

lamanya…..

tepat jam 13 di tenagh teriknya sinar matahari , kami sampai di pelabuhan bakauheni. pusing dan agak sempoyongan saking bete dan lama nunggunya. plus gelombang laut juga lumayan gede…

akhirnya kita putuskan buat isturahat sebentar sambil cari-cari musholla buat sholat.

eh, ga kerasa udah hampir jam 13.30 siang…kaget, panik, hawa pingin mabok, bingung..campur aduk jadi satu.

“kalo mau balik, udah nanggung nih bun, skalian aja yuk cari-cari objek wisata yang deket bandarlampung” celetuk suamiku

“emmm…seru juga kayaknya yah…way kambas jauh ngga ya?coba deh googling”

setelah googling plus tanya sana sini ternyata ga ada angkutan yang langsung ke way kambas. harus carter taksi atau naik bus yang rutenya pindah-pindah, dan kalo udah kesorean juga belum tentu ada.

tiba-tiba ada mas mas duduk di sebelah husband, dan ngajak ngobrol…

“mau kemana mas?” tanya si mas ke husbandku

“ke way kambas mas. lagi bingung nih cari-cari angkot yang bisa nyampai sana”

“way kambas ya? emmm….nih saya mau dijemput sama temen saya.gini aja mas. nanti skalian nanya-nanya aja sama temen saya yang mau jemput, kali aja satu rute. jadi nanti bisa bareng”

“wah, makasih banget mas. oke-oke. kita baru pertama kali ke sini nih, bingung. hehe”

tak berapa lama kemudian, si temen yang ditunggu dateng dengan bawa honda city. setelah ngobrol sana sini, nanya nanya, si temen mempersilakan ikut masuk mobilnya aja , karena satu rute..meskipun kami harus melanjutkan sendiri rute untuk sampai way kambas dengan naik travel.

jegreng…beruntung sekali kami hari itu…

si bapak pemilik mobil itu namanya cak nur. orang jawa timur yang udah lama tinggal di lampung. di daerah semarang baru. dia sendiri PNS di sebuah SMA negeri.

bandarlampung memang sangat eksotis. diapit oleh pegunungan dan laut yang masih alami. meskipun di sana sini jalannya masih boloong-bolong, tapi tak apalah. view yang kami lihat cukup mengobati rasa sakit pantat akibat jalan berlobang.

untuk sampai di bandarlampung, kami harus melewati way jepara. nah, di way jepara inilah kami harus berpisah dengan orang-orang baik hati ini..kami harus mencari sendiri travel yang menuju ke sana.

30 menit menanti di pinggir jalan…tak ada satupun travel yang menuju way kambas. sungguh gila ini kota. benar benar ngga ada yang pasti. sejam berlalu…dan berkali-kali kami mempersilakan orang-orang baik hati ini untuk meninggalkan kami saja. kami akan menunggu travel sampai dapat. tapi mereka menolak, dan akan menemani sampai kami dapat travelnya.

waktu sudah menunjukkan pukul 16.00…menandakan hari sudah sore dan cukup berbahaya untuk melanjutkan perjalanan di daerah yang terkenal dengan gembong krimiminal ini. kamipun begidik mendengar cerita dari cak nur…

beliau menawarkan untuk menginap saja di rumahnya dan besok pagi dilanjutkan kembali perjalanan ke way kambas….oh beruntungnya…..alhamdulillah…

*****

kamipun disambut dengan hidangan-hidangan lezat..rupanya mereka sudah mempersiapkan semuanya. tentunya bukan buat kami yang nebeng ini, tapi buat si mas dan pacarnya yang sengaja dijemput oleh cak nur.

rasa ga enak, beruntung, terharu campur aduk jadi satu. pemilik rumah orang yang sangat baik dan ramah…apalagi mereka semua orang jawa. kami jadi gampang akrab dengn ngobrol berbahasa jawa.subkhanallah…

ternyata di sono hampir semuanya penduduknya transmigran dari jawa. ada yang dari jawa timur, brebes, semarang, sampai orang solo. betapa survivenya orang jawa. dan merekapun menggunakan bahawa jawa plus dengan kromo inggilnya, wonderfull!

setelah ngobrol sana sini sampai larut malam, akhirnya sang pemilik rumah ples si mas tamu aslinya, malah pingin ikut juga ke way kambas. really?oh my god….betapa beruntungnya hari itu…subkhanallah…tak henti2nya saya mengucap syukur.

akhirnya kami bareng2 ke way kambas..perjalanan ditempuh krang lebih 1,5 jam dari semarang baru, lampung timur.

sebenernya jaraknya ga terlalu jauh, cuman jalannya yang rusak itulah yang bikin lama perjalanan.

way kambas IMG_20140202_130347 IMG_20140202_135430

inilah perjalanan yang penuh keberuntungan itu…alhamdulillah

dan inilah orang-orang berhati malaikat yang udah nganterin kita dan rela menyediakan rumahnya untuk nginap

IMG_20140202_130431

sepanjang perjalanan, cak nur banyak bercerita tentang betapa berbahayanya lampung ketika sudah larut malam. di provinsi inilah para kriminal bersarang dan digembleng oleh komunitasnya.

so, sebaiknya kalo ke way kambas bawa rombongan or mobil sendiri aja…atau cari pemandu kalo mau lebih santai dan aman.

more info tentang way kambas, bisa inbox saya deh…cape nih ngetiknya. hahaha…

 

 

 

 

Categories: cerita kehidupan, Uncategorized | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: