Jauhi riba, maka hidupmu bahagia

image

image

Tahun 2012 pertama kali kami mengenal kredit.
Layaknya pasangan muda lainnya yang baru saja menikah, maka hal pertama yang kami lakukan adalah membeli rumah, secara kredit alias dengan KPR.
Karena kondisi keuangan yang minim, maka cicilan kami putuskan diangsur selama 10 tahun, via bank CIMB niaga.

Kami termasuk orang yang cukup nekad..dengan penghasilan pas pasan, cicilan lebih dari 50 persen dari penghasilan.

Ya, sebagai anak muda yang lugu dan masih unyu-unyu, tanpa ilmu financial yang memadai…..

Selama 1 tahun kredit rumah berjalan dengan lancar, penghasilan kami pun bertambah..maka kami tambah lagi cicilan mobil.

Gaji suami naik, bisnis saya sedikit berkembang…saya bayar cicilan mobil dan suami tetap bayar cicilan rumah.
Kondisi aman berjalan sampai 1,5 tahun mencicil mobil…alhamdulillah kami tidak pernah terlambat.
Tapi ada yang aneh dengan uang kami…penghasilan terus naik, tapi kok habis.habis buat cicilan, buat jajan, bayar ini itu, kondisi kami tidak berkembang.
Kami belajar lagi….baca buku ini itu, kepoin statusnya ustad, iseng-iseng ngaji dari youtube..
Astagfirulloh…kami telah bergelut dengan riba.
Iya, riba yang dalam salah satu ayat, memilih riba berarti menantang peranh sama Allah…woi…siapa kamu kok nantang perang!!!

Maka satu demi satu, kami bereskan kredit.menutup asuransi, menyudahi kredit kredit cicilan kecil kecil ini itu yang rijit…halah..bikin pusing kalo dihitung.
Dan yang terberat, kami jual mobil. Tau sendiri kan, mobil kredit, dijual…alias over kredit, pastilah harganya nyungsep.
Dengan berat hati, mobil kami lepas dengan harga murah, dan kami rugi 50 juta. jreng jreng….
Nyesek rasanya sekaligus bahagia.

Nyesek karena rugi banyak banget…bahagia karena riba besar sudah berhasil diamputasi dari dalam kehidupan kami.
Alhamdulillah..sehari kemudian, kami bisa beli mobil lagi secara CASH, meskipun mobil second.
Cukuplah buat wira wiri dan layak buat mudik ke kampung halaman kala lebaran.

Sampai hari ini, kami masih berjuang melepaskan diri dari riba…
Masih ada satu lagi riba yang menggelayuti kami, yaitu cicilan rumah…kami masih berusaha menabung untuk bisa melunasi rumah yang masih 6 tahun lagi cicilannya.

Sambil terus berdoa, agar Allah mempermudah langkah kami untuk bebas riba…

Karena kami yakin Allah maha kaya, ngga ada sesuatu yang ga mungkin , ketika kami taat sama perintah Allah, maka Allah akan bahagiakan hidup kami.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: