Melahirkan sesar karena occiput posterior

2 oktober 2014
Menjadi catatan sejarah penting dalam hidup saya.yup, karena pada hari itu saya telah resmi menjadi seorang ibu dari avicenna tiara khadija.

Saya termasuk orang yang parnoan..hehe…
Saya selalu berhati harti kalo udah menyangkut penyakit dan kesehatan. Sejak saya dinyatakan hamil oleh dokter, maka sejak saat itu saya sudah mempersiapkan semuanya.
Menjaga pola makan, olahraga, menabung, dan rajin kontrol ke dokter spesialis kandungan untuk tau perkembangan janin.
Setiap pulang kontrol, pasti dapat oleh oleh oleh vitamin, minyak ikan, asam folat, segepok.
Terus terang saya paling malas minum supplemen. Saya lebih suka makan buah, sayur, ikan sebagai pengganti supplemen itu.
Tapi kan suami saya udah bayarin mahal2 buat tiap bulan periksa ke dokter, ya sedikit2 akhirnya saya minum juga, meskipun lebih banyak yang ga diminum.
Sejak minggu ke 25, saya rupanya mengalami sakit pinggang hebat.tidur ga enak,nyeri pinggang yang luar biasa.terutama saat bangun tidur. Setelah saya konsultasikan ke dokter, katanya sakit pinggang biasa yang dialami oleh semua ibu hamil..hemm….gimana ya ngejelasinnya?emang sakit banget kok…saya yakin ga semua ibu hamil ngalamin.

Seminggu 3 kali saya juga olahraga keliling komplek, dengan jalan cepat…
Gerakan gerakan yang diajarkan dokter juga saya lakukan seperti nungging, latihan pernapasan, dan latihan relaksasi.

H-7 HPL
Saya alami flek.ada bercak darah berwarna coklat yang keluar, saya pikir ini udah waktunya, mungkin saya akan segera melahirkan.
Malemnya saya dianter ke rumah sakit untuk cek pembukaan.eh, baru pembukaan satu.
Tapi kok udah sakit banget ya..udah nyeri luar biasa di bagian perut bawah dan pinggang?
Dari USG terakhir ke dokter  kandungan, posisi bayi sudah bagus, siap dilahirkan.maka saya optimis bisa melahirkan normal.
Saat nyeri sudah menyergap, saya sengaja masih menyempatkan makan banyak, biar nanti tenaganya kuat saat ngejan.
Saya diminta untuk menginap di rumah sakit, agar tenaga medis bisa cek perkembangan pembukaan rahim.
Pagi-pagi bangun tidur, ada bidan datang ke ruangan dan cek pembukaan..
“sudah pembukaan tiga bu, siap siap ya bu, setelah ini insy nambah lagi pembukaanya”
Deg degan sekaligus riang gembira…
Sambil menahan rasa nyeri yang datang setiap 2 menit sekali…rasanya benar benar nyeriiiiii…saya masih ingat betul rasanya.

” bu, dokter sudah datang, ayo periksa dulu ke ruang USG untuk liat posisi bayinya”
Saya pun meng iyakan….

” lho kok…posisinya tengadah bu?nih bu..anak ibu geser posisinya, tengadah dia..istilah medisnya occiput posterior”

” trus saya musti gimana dok?” Tanyaku bingung…

” ibu tuh pinggulnya kecil, bayinya besar…kayaknya susah melahirkan normal Bu…ibu bisa kehabisan tenaga. Apalagi posisi bayi occiput kayak gini beresiko banget bu..kepala dan mukanya bisa penyok kalo dipaksakan”

” trus..apa yang harus saya lakukan?” Tanya saya makin ga sabar

” satu satunya cara adalah sesar..ini saran saya ya…dari pada ibu udah susah melahirkan, beresiko, ga lahir lahir makin sakit…eh ujung ujungnya sesar, mending putuskan sesar dari sekarang bu…
Gini aja saya kasih waktu 1 jam dari sekarang buat ambil keputusan ya bu..silakan diskusi dengan suami”

Gluduk gluduk duarrrrr……
Bagai kesambar petir di dalam toilet…

Kenapa semua ini bisa terjadi, kenapa secepat ini semuanya berubah?
Padahal beberapa minggu terakhir sebelum ini, saya udah banyak googling tentang resiko dan bahaya melahirkan sesar…

Saya keluar dari ruang USG dengan perasaan hancur yang berkeping keping.

image

Kiri : posisi bayi normal dan aman untuk dilahirkan.
Kanan : posisi occiput posterior seperti yang saya alami.

Saya masuk ke kamar dan menangis meraung raung..sejadi jadinya..beberapa perawat juga datang buat menenangkan.
Tapi saya sadar, waktu saya ga banyak buat segera ambil keputusan.40 menit lagi..akhirnya saya putuskan gunakan sisa waktunya buat googling tentang occiput posterior dan berapa persen kemungkinannya untuk melahirkan normal.

Hemmm…beberapa literatur kompak menyatakan bahwa kemungkinannya hanya 20-30 persen…biasanya mereka yang berani ambil keputusan normal dengan kondisi occiput adalah ibu ibu yang pinggulnya besar, fisiknya tinggi besar, dan tahan rasa sakit..sedangkan sayahhhh??????
Kebalikan dari itu semua….

Ya sudahlah..saya menyerah…..

Akhirnya sesarlah jalan keluarnya..
Saya serahkan hidup dan mati saya sama Allah….
Saya benar benar nerveous…bahkan syok dan sekujur tubuh menggigil dingin..sampai di meja operasipun saya masih menggigil ketakutan..sambil terus berzikir…
Bahkan dokter aneatesi sampai bernyanyi buat saya..biar saya relax…
” saya nyayikan lagunya afghan ya bu…yang romantis ya…hehehehe..santai bu…”
Saya pun hanya senyum kecut.

Akhirnya lahirlah avicenna tiara khadija…tepat tanggal 2 oktober 2014.
Bayi sehat, montok, gembul…

image

###
Pasca sesar….
Perjuangan baru saja dimulai pasca sesar….2 hari hanya bisa berbaring di tempat tidur rumah sakit.
Hari ke tiga, saya dipaksa bangun dan harus bisa pipis ke kamar mandi..saya minta suami tetap anter saya sampai ke dalam toilet..
Karena jalan masih kaku..dan kayak mau jatuh.
Hari ke empat, saya sudah bisa jalan pelan-pelan, saya seneng banget…sambil muter muter di halaman rumah sakit.
Hari ke 5 saya sudah bisa BAB, tanpa ngejan..hampir setiap orang yang habis sesar, hal yang paling ditakutkan adalah saat pertama BAB after sesar.
Alhamdulillah saya bisa BAB dengan rilex, tanpa rasa sakit.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: