Senyum para penjual sayur

Terus terang, aku orang yang paling ga suka belanja atau jalan-jalan di mall.
Ketika para tetangga, temen temen, bersuka cita selepas gajian untuk sekedar jalan jalan atau belanja ke mall, tapi yang aku rasakan justru berbeda.

Supermall cilegon adalah mall terbesar di cilegon.sedikit lebih nyaman daripada belanja di SPAR ramayana atau swalayan di mall lainnya di sekitar cilegon.satu-satunya alasan untuk belanja di mall karena barang-barang tersebut susah ditemukan di tempat lainnya.
Misal kayak bawang putih bubuk, minyak zaitun, kecap inggris, dan barang2 agak langka lainnya.
Ya, jadi saya masuk ke mall utk dapetin barang2 tersebut aja..barang2 lainnya saya akan cari di pasar atau toko tetangga.

Setiap week end aku selalu berusaha menyempatkan diri ke pasar tradisional, kalo di cilegon pasar tradisional yang lengkap dan masih bertahan adalah pasar baru kranggot…yang di belakang ramayana mall cilegon.

Di sini semua jenis kebutuhan hidup bisa didapat..dari blok sayuran, ikan segar, daging, sampai urusan kebutuham sekunder seperti baju, sprei, alat rumah tangga dll.

image

Penampakan luar pasar baru kranggot.

Bagi saya belanja di pasar tradisonal itu ngga sekedar belanja. Inilah potret pasar asli indonesia, dimana rakyat jelata bisa bebas mencari nafkah, bebas menjual hasil bumi asli indonesia, dan dibeli oleh pribumi indonesia…

Pasar bagi saya adalah sepetak wilayah tanpa penjajah…ketika semua lini kehidupan sudah dijajah…
Lihatlah di mall mall itu, siapa pemilik counter hpnya, pemilik mall nya, investor nya..semuanya bukan bangsa kita…dan apakah kita akan dengan bangga berbelanja di sana, padahal masih ada pasar dimana penjual dan barangnya adalah hasil dari bumi pertiwi?
Dan beberapa dari bangsa kita yang berjualan di mall itu hanya menyewa, sekian puluh juta tiap bulannya, mereka harus menjual dengan mengambil keuntungan cukup besar, karena sewa lapaknya juga mahal…
Tapi kenapa sih, orang kita masih suka banget belanja dan makan di mall? Alasannya hanya karena gengsi..
Katanya kalo di pasar tradisional itu becek, ga nyaman, dan sejenis alasan manja lainnya….
Kalo jalan di mall itu lebih mentereng, lebih kerasa kaya, seolah olah beruang..hahahaha…

Palsu!
Itu yang saya rasakan. Orang-orang tersenyum karena dibayar untuk itu, agar dagangan mereka dibeli, kalo kamu ngga beli, senyum itu akan ditarik kembali…
Harga barang yang seharusnya bisa kamu dapat denga harga 10 rb, di sana dijual 25 ribu…ya karena mereka harus sewa lapak puluhan juta itu…

Saya bukan orang yang anti kemapanan, anti kaya, atau anti modernisasi…
Tentu saja, saya adalah orang yang terus pingin kaya, bisa memodernisasi segala hal dalam kehidupan saya…
Tapi kalo semua yang modern itu hanya dinikmati oleh orang tertentu, yang kebanyakan adalah bukan bangsa saya, sedang bangsa saya masih masih bergelut dengan kemiskinan, pertanian yang tidak tersentuh modernisasi, anak-anak pribumi yang menganggur…pilu rasanya…

Mereka terpinggirkan di tanah leluhur mereka sendiri.
Ah..sampai di sini saya merasa sedih banget…

Back to pasar kranggot..
Pasar ini sudah berdiri jauh sebelum mall-mall di cilegon itu bermunculan.
Setiap orang bebas berjualan di sini hanya dengan bayar retribusi 2-5 rb setiap harinya..itu untuk yang berjualan sayur mayur dan sejenisnya di pinggir jalan..asal ikutin aturan, maka ga digaruk sama satpol PP..
Tapi bagi yang bandel, jualan ke jalan sampai bikin macet,pastilah bakal kejar kejaran sama bapak berseragam itu.

Bagi saya yang hanya punya kesempatan jalan jalan di week end saja, yaith u sabtu dan minggu..btw sebenernya sabtu saya masih kerja juga..cuma fleksibel..kadang cuma setengah hari, kalo orderan banyak ya tetep sampai sore.
Jadi kesempatan ke pasar itu jadi kesempatan buat jalan jalan bagi saya….
Menikmati pemandangan tomat ranum, ketimun, kangkung yang dijual oleh para pedagang dengan menggelar lapak seadanya, beralas MMT atau karung bekas beras, dan mereka para penjual itu memanggil setiap orang yang lewat…dengan senyum khas mereka…
” neng, silakan tomatnya neng…kangkungnya masih seger neng…”

Ah…ga tega rasanya kalo ga beli…

Kangkung satu ikat besar itu bisa didapat dengan harga 5000/3 ikat besar…sedang kalo belanja di giant atau hipemart 1 ikat itu 5000 rupiah.

Ah..apa sih yang ada di kepala mereka yang suka beli di mall itu…ini lho..ada sayuran murah hasil bertani saudaramu sendiri..di pasar tradisional..ayo lah beli di sini…
image

image

image
Mereka berjualan di sepanjang jalan, di sisi kiri di depan ruko dan di sisi kanan di bawah pohon rindang…
image

Categories: Uncategorized | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: